Selasa, 09 Oktober 2012

TERAPI KOMPLEMENTER “ GURAH “


TERAPI KOMPLEMENTER
“ GURAH “



OLEH

SURYA IRAWAN
A032009054


LOGO STIKES.jpg


MAJELIS PENDIDIKAN TINGGI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKes) MUHAMMADIYAH
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
PRINGSEWU – LAMPUNG
2012




KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkah rahmat-Nya penulis telah berhasil menyelesaikan makalah “Terapi Komplementer”. Pada penulisan makalah ini penulis menyadari walaupun sudah berusaha sekuat kemampuan yang maksimal, mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang dimiliki, makalah yang telah disusun masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pengolahan maupun dalam penyusunan. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan Saran yang sifatnya membangun demi tercapai suatu kesempurnaan dalam penulisan laporan.
Penulis berharap, semoga materi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.


Penulis,

Surya Irawan

                                                                                               




 




DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1

BAB II LANDASAN TEORI
A.    Definisi Gurah................................................................................ 2
B.     Sejarah Gurah................................................................................. 3
C.     Tujuan Gurah.................................................................................. 4
D.    Cara Kerja Gurah............................................................................ 4
E.     Manfaat Gurah Bagi Kesehatan..................................................... 5
F.      Gurah Bagi Pasien.......................................................................... 6

BAB III  PENUTUP
........... KESIMPULAN.................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA




BAB I

PENDAHULUAN

Terapi Komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional.
Pengobatan komplementer tradisional – alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik dan belum diterima dalam kedokteran konvensional.












BAB II
LANDASAN TEORI

A.    DEFINISI
Gurah merupakan pengobatan TRADISIONAL yang dilakukan dengan cara meneteskan ramuanc air kelubang hidung dengan tujuan mengeluarkan endapan kotoran dari dalam tubuh yangberupa:dahak dan lendir yang disebabkan oleh polusi udara(debu,asap,zat kimia, dan virus)serta nikotun akibat merokok.smua akan keluar melalui hidung dan mulut serta metabolisme lainya.
Gurah adalah suatu cara pengobatan tradisional yang fungsinya untuk membersihkan dan mengeluarkan lendir yang kotor dan mengandung kuman penyakit

Berdasarkan metode penggurahan, maka gurah dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
1.      GURAH LALAPAN
Maksud dari gurah ini adalah menjadikan terapi pengobatan gurah melalui ramuan dari bahan-bahan alami yang dibuat lalap. Pemanfaatan gurah lalap bertujuan untuk mengurangi lendir sekaligus menjernihkan suara

2.      GURAH RAMUAN
Gurah dapat juga dilakukan dengan meminum ramuan.  bahan-bahan yang digunakan adalah kayu legi, gula batu, gagang pohon sirih. Ketika bahan ini direbus dengan takaran yang sama, dan masih dalam keaadaan hangat, airnya disaring lalu diminum. Atau anda dapat juga menggunakan 7 lembar daun sirih yang direbus denga air 2 gelas, sisakan 1 gelas. Masih dalam keadaan hangat minumlah.



3.      GURAH TETES ATAU GURAH COR
Gurah tetes atau gurah cor ini, dengan cara meneteskan ramuan kusus kedalam kedua lubang hidung. Khasiat ramuan tadi akan membuat semua syaraf tubuh bereaksi menekan, mendorong dan mengeluarkan lendir kotoran yang mengandung racun dan kotoran (dari rokok, kopi, alkohol, narkotik, polusi udara dll). Lendir akan keluar lewat rongga hidung dan mulut. Sehingga seluruh saluran pernapasan, pencernaan dan peredaran darah akan bersih dan lancar. Gurah jenis inilah yang direkomendasikan.

4.      GURAH DENGAN KAPSUL (dikenal dengan istilah kapsul gurah)
Pada dasarnya, gurah jenis ini adalah pengembangan dari metode gurah yang selama ini ada. Caranya, ramuan-ramuan sebagai resep gurah dimasukkan dalam kapsul. Reaksi dari terapi ini, nantinya lendir yang kotor, berlebih dan berpenyakit akan larut / keluar bersama / bercampur dengan keringat, kotoran sewaktu buang air besar / kecil.

B.     SEJARAH GURAH
Pada awal tahun 1990 di daerah Bantul Jogjakarta muncul metode dalam mengatasi gangguan pernafasan , metode ini kemudian dikenal dengan istilah GURAH. Gurah adalah pengobatan alami yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Jogjakarta dan daerah sekitarnya untuk mengatasi berbagai masalah gangguan pernafasan. Gurah dalam bahasa Jawa berarti membersihkan, khususnya membersihkan hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Pengobatan tradisional gurah yang berkembang di Giriloyo, 17 kilometer selatan Yogyakarta, kini sering dikunjungi pasien dari berbagai kota untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Giriloyo sendiri merupakan sebuah dusun yang berada di dekat tempat para raja-raja Mataram dimakamkan. Di daerah yang masuk dalam kabupaten Bantul tersebut ternyata juga menyimpan keunikan lain, yaitu tempat tumbuh pohon Sirgunggu yang biasa dipakai untuk ramuan gurah. Dengan cara meneteskan getahnya ke hidung pasien, berbagai penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan akan disembuhkan, sehingga rasanya menjadi lebih segar.
Gurah, suatu istilah untuk terapi pengobatan yang sudah lama dikenal dan digunakan oleh nenek moyang kita, terutama dalam kalangan pondok pesantren yang memusatkan kajian pada ajaran keislaman, serta  menaruh perhatian dengan seni olah vocal.  Komunitas pesantren inilah yang secara turun menurun melestarikan dan mengembangkan terapi gurah ini hingga sekarang.
Pada awalnya, gurah memang hanya dipakai oleh kalangan pondok pesantren, agar suara menjadi bening dan nyaring ketika membaca al-Qur’an, namun pada perkembangannya, saat ini, tak hanya para qori’/ qori’ah saja yang menggunakan jasa para penggurah di Giriloyo ini. Banyak penyanyi dangdut, pop dan rock dan masyarakat luas mencoba membenahi ataupun mempertahankan kemerduan suaranya dengan cara gurah

C.     TUJUAN GURAH
Tujuan Gurah sendiri selain untuk memperindah suara,metode ini juga baik untuk membersihkan kotoran-kotoran di sekitar rongga hidung. Paru-Paru sampai bagian kepala.
Prosesnya sangat sederhana namun menahannya merupakan perkara yang luar biasa sakitnya,pasalnya setelah ramuan Gurah dimasukan ke hidung maka serta merta peserta akan merasakan panas dan pusing mulai merasuk ke seluruh tenggorokan dan kepaladitambah pasien harus menahannya minimal selama 2 jam namun jika kotorannya banyak maka bisa lebih dari itu.
Santri yang telah melaksanakan gurah tidak diperkenankan memakan makanan yang berminyak selama 7 hari, namun setelah pantangan itu dilakukan dan rajin membaca do’a yang diberikan oleh pembimbing maka hasilnya kepala serasa ringan,tak mudah terserang flu bahkan untuk hafalan pun jadi mudah
D.      CARA KERJA GURAH
Di daerah Giriloyo tersebut, sirgunggu digunakan untuk gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung. Pasien yang menjalani pengobatan gurah ini biasanya disuruh berbaring telentang dan kemudian pada kedua lubang hidungnya akan ditetesi air dari getah sirgunggu. Biasanya setelah ditetesi getah sirgunggu ini pasien disuruh telentang selama 2 jam. Sesudah itu pasien disuruh telungkup. Dalam posisi telungkup itu biasanya pasien akan mengeluarkan lendir dari lubang hidung dan mulutnya. Di bawah wajah pasien yang telungkup itu biasanya akan diletakkan sekotak pasir untuk menampung lendir yang bercampur kotoran itu. Guna memperlancar keluarnya lendir, biasanya penghusada akan memijat sekitar tengkuk dan punggung pasien.

E.     MANFAAT GURAH BAGI KESEHATAN
Manfaat-manfaat yang timbul tersebut antara lain sebagai berikut :
·         Membersihkan volume paru
·         Menyembuhkan beberapa penyakit
·         detosifikasi
Banyak khasiatnya
Tumbuhan sirgunggu berupa perdu yang tingginya 3 m. Daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai memanjang, tebal dan kaku. Tepi daun beringgit. Bunganya berwarna putih-violet tersusun dalam malai. Buah yang berwarna hijau kehitaman berupa buah batu berbentuk bulat telur.
Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara nan jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).
Daunnya bermanfaat untuk menyegarkan kondisi wanita yang sedang nifas. Sebagai obat luar, daun ditumbuk dengan adas pulosari untuk encok dan nyeri atau kelelahan pada sendi. Daun mudanya diremas-remas dan ditambah sedikit kapur menjadi obat gosok. Seduhan daun dengan garam serta temulawak dapat diminum untuk perut yang membusung dan sebagai obat cacing. Infus daun tumbuhan ini sudah diteliti secara in vitro mampu menghancurkan batu ginjal. Di lampung buah masak atau yang masih mentah dikunyah bersama sirih untuk obat batuk berat. Penelitian di National Cancer Institut, Washington menyatakan, ekstrak air tumbuhan ini aktif sebagai anti-HIV in vitro.
Kandungan kimia tumbuhan sirgunggu pada bagian-bagian tubuhnya berbeda-besa. Daunnya mengandung unsur kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Pada kulit akarnya terdapat glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Sementara kulit batangnya mengandung senyawa triterpen, asam ureanulat, asam kueretaruat, dan asam seratogenat.
F.      GURAH BAGI PASIEN
Banyak pula orang yang meyakini terapi gurah punya khasiat lain yang lebih dahsyat, yakni menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit. Pada dasarnya, penyakit yang bisa disembuhkan adalah penyakit yang berhubungan dengan masalah
·         Gangguan saluran pernafasan
·         Gangguan saluran percernaan,
·         Melarutkan lendir dan jamur serta kerak
·         Menghancurkan batu ginjal dan batu pada kantong seni/ kencing.







BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Gurah merupakan pengobatan TRADISIONAL yang dilakukan dengan cara meneteskan ramuancair kelubang hidung dengan tujuan mengeluarkan endapan kotoran dari dalam tubuh yangberupa:dahak dan lendir yang disebabkan oleh polusi udara(debu,asap,zat kimia, dan virus)serta nikotun akibat merokok.smua akan keluar melalui hidung dan mulut serta metabolisme lainya.

Manfaat-manfaat yang timbul tersebut antara lain sebagai berikut :
1.      Pada suara :
Suara akan jadi nyaring, bening, kuat, lantang, panjang , bersih, merdu dan halus. Hal ini sangat bermanfaat bagi peminat seni suara seperti artis penyanyi, sinden, qori, qoriah, muadzin, anggota jamiyah solawat, dalang, penceramah, mc, reporter tv/ radio, guru dll.
2.      Pada nafas :
Nafas akan jadi panjang karena paru-paru bersih dan volumenya membesar.
3.      Detoksifikasi
Selain itu, gurah juga memiliki sifat detoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam tubuh. Makanya, ada ahli gurah yang berani mengatakan kalau terapi ini juga bermanfaat mengatasi ketergantungan narkoba. Para pengguna narkoba tersebut mengalami ketergantungan karena zat-zat jahat yang terdapat dalam tubuhnya. Dengan gurah, zat tersebut bisa pelan-pelan dibersihkan.



DAFTAR ISI


http://heqrisonline.blogspot.com/2009/06/tumbuhan-sirguggu-banyak-manfaatnya.html)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar