TERAPI KOMPLEMENTER
“ GURAH “
OLEH
SURYA
IRAWAN
A032009054

MAJELIS PENDIDIKAN TINGGI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKes) MUHAMMADIYAH
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
PRINGSEWU – LAMPUNG
2012
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT
atas berkah rahmat-Nya penulis telah berhasil menyelesaikan makalah “Terapi
Komplementer”. Pada penulisan
makalah ini penulis menyadari walaupun sudah berusaha sekuat kemampuan yang
maksimal, mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang dimiliki, makalah yang
telah disusun masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa,
pengolahan maupun dalam penyusunan. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan
kritik dan Saran yang sifatnya membangun demi tercapai suatu kesempurnaan dalam
penulisan laporan.
Penulis berharap, semoga materi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.
|
Penulis,
Surya Irawan
|
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI
A. Definisi Gurah................................................................................ 2
B. Sejarah
Gurah................................................................................. 3
C. Tujuan
Gurah.................................................................................. 4
D. Cara
Kerja Gurah............................................................................ 4
E. Manfaat
Gurah Bagi Kesehatan..................................................... 5
F. Gurah
Bagi Pasien.......................................................................... 6
BAB III PENUTUP
........... KESIMPULAN.................................................................................... 7
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Terapi Komplementer adalah
cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada Pengobatan
Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan Medis
yang Konvensional.
Pengobatan komplementer tradisional –
alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas,
keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik dan
belum diterima dalam kedokteran konvensional.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A. DEFINISI
Gurah
merupakan pengobatan TRADISIONAL yang dilakukan dengan cara meneteskan ramuanc air
kelubang hidung dengan tujuan mengeluarkan endapan kotoran dari dalam tubuh
yangberupa:dahak dan lendir yang disebabkan oleh polusi udara(debu,asap,zat
kimia, dan virus)serta nikotun akibat merokok.smua akan keluar melalui hidung
dan mulut serta metabolisme lainya.
Gurah
adalah suatu cara pengobatan tradisional yang fungsinya untuk membersihkan dan
mengeluarkan lendir yang kotor dan mengandung kuman penyakit
Berdasarkan metode penggurahan, maka gurah dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
1.
GURAH
LALAPAN
Maksud dari gurah ini adalah menjadikan terapi pengobatan
gurah melalui ramuan dari bahan-bahan alami yang dibuat lalap. Pemanfaatan
gurah lalap bertujuan untuk mengurangi lendir sekaligus menjernihkan suara
2.
GURAH
RAMUAN
Gurah dapat juga dilakukan dengan meminum ramuan.
bahan-bahan yang digunakan adalah kayu legi, gula batu, gagang pohon sirih.
Ketika bahan ini direbus dengan takaran yang sama, dan masih dalam keaadaan
hangat, airnya disaring lalu diminum. Atau anda dapat juga menggunakan 7 lembar
daun sirih yang direbus denga air 2 gelas, sisakan 1 gelas. Masih dalam keadaan
hangat minumlah.
3.
GURAH
TETES ATAU GURAH COR
Gurah tetes atau gurah cor ini, dengan cara meneteskan
ramuan kusus kedalam kedua lubang hidung. Khasiat ramuan tadi akan membuat
semua syaraf tubuh bereaksi menekan, mendorong dan mengeluarkan lendir kotoran
yang mengandung racun dan kotoran (dari rokok, kopi, alkohol, narkotik, polusi
udara dll). Lendir akan keluar lewat rongga hidung dan mulut. Sehingga seluruh
saluran pernapasan, pencernaan dan peredaran darah akan bersih dan lancar.
Gurah jenis inilah yang direkomendasikan.
Pada dasarnya, gurah jenis ini adalah pengembangan dari
metode gurah yang selama ini ada. Caranya, ramuan-ramuan sebagai resep gurah
dimasukkan dalam kapsul. Reaksi dari terapi ini, nantinya lendir yang kotor,
berlebih dan berpenyakit akan larut / keluar bersama / bercampur dengan
keringat, kotoran sewaktu buang air besar / kecil.
B.
SEJARAH
GURAH
Pada awal tahun 1990 di daerah
Bantul Jogjakarta muncul metode dalam mengatasi gangguan pernafasan , metode
ini kemudian dikenal dengan istilah GURAH. Gurah adalah pengobatan alami yang
sudah turun temurun dilakukan masyarakat Jogjakarta dan daerah sekitarnya untuk
mengatasi berbagai masalah gangguan pernafasan. Gurah dalam bahasa Jawa berarti
membersihkan, khususnya membersihkan hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Pengobatan
tradisional gurah yang berkembang di Giriloyo, 17 kilometer selatan Yogyakarta,
kini sering dikunjungi pasien dari berbagai kota untuk menyembuhkan berbagai
macam penyakit. Giriloyo sendiri merupakan sebuah dusun yang berada di dekat
tempat para raja-raja Mataram dimakamkan. Di daerah yang masuk dalam kabupaten
Bantul tersebut ternyata juga menyimpan keunikan lain, yaitu tempat tumbuh
pohon Sirgunggu yang biasa dipakai untuk ramuan gurah. Dengan cara meneteskan
getahnya ke hidung pasien, berbagai penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan
akan disembuhkan, sehingga rasanya menjadi lebih segar.
Gurah, suatu istilah untuk terapi
pengobatan yang sudah lama dikenal dan digunakan oleh nenek moyang kita,
terutama dalam kalangan pondok pesantren yang memusatkan kajian pada ajaran
keislaman, serta menaruh perhatian dengan seni olah vocal. Komunitas
pesantren inilah yang secara turun menurun melestarikan dan mengembangkan
terapi gurah ini hingga sekarang.
Pada
awalnya, gurah memang hanya dipakai oleh kalangan pondok pesantren, agar suara
menjadi bening dan nyaring ketika membaca al-Qur’an, namun pada
perkembangannya, saat ini, tak hanya para qori’/ qori’ah saja yang menggunakan
jasa para penggurah di Giriloyo ini. Banyak penyanyi dangdut, pop dan rock dan
masyarakat luas mencoba membenahi ataupun mempertahankan kemerduan suaranya
dengan cara gurah
C. TUJUAN
GURAH
Tujuan Gurah sendiri selain
untuk memperindah suara,metode ini juga baik untuk membersihkan kotoran-kotoran
di sekitar rongga hidung. Paru-Paru sampai bagian kepala.
Prosesnya
sangat sederhana namun menahannya merupakan perkara yang luar biasa
sakitnya,pasalnya setelah ramuan Gurah dimasukan ke hidung maka serta merta
peserta akan merasakan panas dan pusing mulai merasuk ke seluruh tenggorokan
dan kepaladitambah pasien harus menahannya minimal selama 2 jam namun jika
kotorannya banyak maka bisa lebih dari itu.
Santri yang
telah melaksanakan gurah tidak diperkenankan
memakan makanan yang berminyak selama 7 hari, namun setelah pantangan itu
dilakukan dan rajin membaca do’a yang diberikan oleh pembimbing maka hasilnya
kepala serasa ringan,tak mudah terserang flu bahkan untuk hafalan pun jadi
mudah
D.
CARA KERJA GURAH
Di daerah Giriloyo
tersebut, sirgunggu digunakan untuk gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan
diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung. Pasien yang menjalani pengobatan gurah
ini biasanya disuruh berbaring telentang dan kemudian pada kedua lubang
hidungnya akan ditetesi air dari getah sirgunggu. Biasanya setelah ditetesi
getah sirgunggu ini pasien disuruh telentang selama 2 jam. Sesudah itu pasien
disuruh telungkup. Dalam posisi telungkup itu biasanya pasien akan mengeluarkan
lendir dari lubang hidung dan mulutnya. Di bawah wajah pasien yang telungkup
itu biasanya akan diletakkan sekotak pasir untuk menampung lendir yang
bercampur kotoran itu. Guna memperlancar keluarnya lendir, biasanya penghusada
akan memijat sekitar tengkuk dan punggung pasien.
E. MANFAAT
GURAH BAGI KESEHATAN
Manfaat-manfaat yang timbul tersebut antara lain sebagai
berikut :
·
detosifikasi
Banyak
khasiatnya
Tumbuhan
sirgunggu berupa perdu yang tingginya 3 m. Daunnya bertangkai pendek, berbentuk
bulat telur sampai memanjang, tebal dan kaku. Tepi daun beringgit. Bunganya
berwarna putih-violet tersusun dalam malai. Buah yang berwarna hijau kehitaman
berupa buah batu berbentuk bulat telur.
Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara nan jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).
Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara nan jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).
Daunnya
bermanfaat untuk menyegarkan kondisi wanita yang sedang nifas. Sebagai obat
luar, daun ditumbuk dengan adas pulosari untuk encok dan nyeri atau kelelahan
pada sendi. Daun mudanya diremas-remas dan ditambah sedikit kapur menjadi obat
gosok. Seduhan daun dengan garam serta temulawak dapat diminum untuk perut yang
membusung dan sebagai obat cacing. Infus daun tumbuhan ini sudah diteliti
secara in vitro mampu menghancurkan batu ginjal. Di lampung buah masak atau
yang masih mentah dikunyah bersama sirih untuk obat batuk berat. Penelitian di
National Cancer Institut, Washington menyatakan, ekstrak air tumbuhan ini aktif
sebagai anti-HIV in vitro.
Kandungan
kimia tumbuhan sirgunggu pada bagian-bagian tubuhnya berbeda-besa. Daunnya
mengandung unsur kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Pada
kulit akarnya terdapat glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Sementara
kulit batangnya mengandung senyawa triterpen, asam ureanulat, asam kueretaruat,
dan asam seratogenat.
F. GURAH
BAGI PASIEN
Banyak pula orang yang
meyakini terapi gurah punya khasiat lain yang lebih dahsyat, yakni menyembuhkan
berbagai macam jenis penyakit. Pada dasarnya, penyakit yang bisa disembuhkan adalah
penyakit yang berhubungan dengan masalah
·
Gangguan saluran pernafasan
·
Gangguan saluran percernaan,
·
Melarutkan lendir dan jamur serta kerak
·
Menghancurkan batu ginjal dan batu pada
kantong seni/ kencing.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Gurah
merupakan pengobatan TRADISIONAL yang dilakukan dengan cara meneteskan
ramuancair kelubang hidung dengan tujuan mengeluarkan endapan kotoran dari
dalam tubuh yangberupa:dahak dan lendir yang disebabkan oleh polusi
udara(debu,asap,zat kimia, dan virus)serta nikotun akibat merokok.smua akan
keluar melalui hidung dan mulut serta metabolisme lainya.
Manfaat-manfaat yang timbul tersebut antara lain sebagai
berikut :
1.
Pada
suara :
Suara akan jadi nyaring, bening, kuat, lantang, panjang ,
bersih, merdu dan halus. Hal ini sangat bermanfaat bagi peminat seni suara
seperti artis penyanyi, sinden, qori, qoriah, muadzin, anggota jamiyah solawat,
dalang, penceramah, mc, reporter tv/ radio, guru dll.
2.
Pada
nafas :
Nafas akan jadi panjang karena paru-paru bersih dan
volumenya membesar.
3. Detoksifikasi
Selain itu, gurah juga
memiliki sifat detoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam tubuh. Makanya, ada
ahli gurah yang berani mengatakan kalau terapi ini juga bermanfaat mengatasi
ketergantungan narkoba. Para pengguna narkoba tersebut mengalami ketergantungan
karena zat-zat jahat yang terdapat dalam tubuhnya. Dengan gurah, zat tersebut
bisa pelan-pelan dibersihkan.
DAFTAR ISI
http://heqrisonline.blogspot.com/2009/06/tumbuhan-sirguggu-banyak-manfaatnya.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar